Langsung ke konten utama

Negeri Yang Kocak




            Cerita ini hanya fiktif belaka dan jika terjadi kesamaan tokoh , itu adalah hal yang tidak sengaja.
            Sungguh lucu kehidupan di negeri ini, hal yang sangat kecil saja dipermasalahkan oleh para petinggi. Namun hal yang besar dipandang sebelah mata olehnya. Seakan-akan petatah itu memang terjadi “tumpul ke atas dan tajam ke bawah”. Sungguh keren kehidupanku, melihat keadilan yang dipermainkan. Kami yang hanya rakyat jelata hanya bisa memandang permainan yang terjadi. Kami tidak dapat berkata sedikitpun. Katanya di negeri ini, negeri demokrasi. Tapi faktanya, di negeri ini demokrasi hanya berlaku bagi anggota tikus-tikus berdasi yang suka memangsa makanan yang ada. Jika ada kesempatan maka di sanalah mereka beraksi. Rakyat hanya bisa tertawa, mereka yang kaya akan semakin kaya tapi yang miskin akan semakin miskin.
            Permainan para elit politik sungguh tersusun sangat rapi. Tapi seperti kata pepatah -“sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya kana jatuh juga”. Sudah banyak yang kita lihat, mereka diibaratkan seperti bermain bumerang yang jika dilemparkan maka suatu saat dia kana kembali lagi. Yang bisa kami lakukan hanya menunggu serangan balik dari bumerang tersebut. Perlahan tapi pasti negeriku ini akan mencapai dimana semua kejahatan para elit politik akan terbongkar.
            Fakta yang bisa kita lihat saat sekarang ini, hukum sangat tajam kepada umat islam, namun tumpul kepada para elit politik. Ketika kami para muslimin membuat sedikit kesalahan, maka kelihatan seperti sebuah kesalahan yang sangat besar di mata para kaum elit politik.  Buktinya sang penista agama hanya dihukum selama D*A tahun. Kemudian juga disambut dengan baik di lapas. Di kasih kopi, teh, susu, dan lain-lain. Mendingan langsung dibawa ke rumah makan terkenal atau bawa saja rumah makan ke lapas untuk sang penista agama tersebut. Tapi kalau ulama yang ditangkap, tangan diborgol. Padahal gak akan lari tu ulama, soalnya kan dia juga udahpakai kursi roda dan juga ditodong pistol sekian banyak. Apakah salah apabila kami menyebut negeri ini sebagai “Negeri Yang Kocak”. Islam bukan agama kriminal tapi agama yang membawa kedamaian. Buktinya sekian banyak aksi damai telah kami lakukan. Bersihkan semua jalanan. Gak kayak aksi lilin untuk AH*K, semua tepi jalanan penuh dengan lilin. Toh itukan gak bersih. Lucukan kalau kami yang disalahkan, kami malahan membersihkan.
            Negeri ini memang kocak, kita lihat saja Bapak keamanan, ketika bendera negeri kami hanya bertuliskan tahlil, langsung diproses oleh sang bapak keamanan, tapi kalau bendera negeri kami diberi gambar, “kok bapak diam”. Kan lucu kalau gitu. Tidak terasa negeri ini semakin kembali ke zaman 30 September 1965. Zaman para komunis merajalela dan menindas kaum muslimin.
            Kekocakan negeri ini semakin terlihat ketika, para pejabat negara bermain tinju di dalam ruangan sidang. Bapak kami pilih bukan untuk ikut kejuaraan tinju pak, tapi kami memilih bapak memperbaiki nasib kami. Kami kasih kepercayaan loh pak. Mau bapak tak kami pilih lagi. Gak kan Pak. Entar anak bini bapak mau makan apa, kalau gak ada lagi yang bisa di korupsi. Kami nitipin kepercayaan untuk kerja, bukan untuk molor disiang bolong. Kami di bawah juga bisa tidur disiang bolong, tapi resikonya anak bini gak bisa makan lagi. Entar kalau kami hanya kasih daun, kan kasihan kayak kambing. Kami memang udah biasa jadi Kambing Hitam. Mohon jangan dijadikan kami sebagai kambig beneran di negeri yang kocak ini. Baik halnya bapak serius kerja . jadi anak bini kita semua terselamatkan.
           

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pembahasan Soal OSN Komputer 2016 (Algoritma)

Soal OSK Komputer 2016 Perhatikan algoritma berikut ini : var array : [1 . .   30 ] of longint = ( 5, 5, 7, 8, 6, 8, 5, 8, 4, 6, 6, 3, 4, 2, 8,0, 9, 2, 3, 4, 7, 8, 5, 4, 5, 3, 9, 8, 0, 3) ; i, c : longint; begin             c := 0;             for i := 1 to length (arr) do begin                         inc ( c, arr[i] ) ;             end;             writeln ((c/length (arr)) :0:2; end. 41. Apa keluaran program di atas? a.        3.17 b.       4.17 c.        5.17 d.       6.17 e.     ...

Power Point Tentang Pemuda

PEMUDA DAN REALITA DI MASA KINI         Ini adalah salah satu presentasi saya pada saat perkuliahan aplikom. Semoga bermanfaat bagi teman-teman semua.             Silahkan di download di link di bawah ini : POWER POINT VIDEO YANG ADA DI DALAM POWER POINT